Dalam beberapa waktu belakangan anda pasti sering mendengar istilah tapering yang banyak dibahas belakangan ini.

Tapering adalah kebijakan moneter yang diambil oleh The Federal Reverse yang merupakan Bank Sentral Amerika untuk mengurangi stimulus ekonomi yang mereka lakukan untuk menahan laju inflasi yang terus meningkat selama pemulihan ekonomi.

Hal ini sangat penting untuk dilakukan The Fed saat ekonomi sudah mulai berjalan dengan baik sehingga mereka bisa mulai mengurangi berbagai stimulus ekonomi agar inflasi dapat diredam.

Walaupun kebijakan ini diambil Bank Sentral Amerika, tapi kebijakan ini memiliki pengaruh yang signifikan terutama untuk negara-negara berkembang seperti Indonesia.

Biar semakin paham, yuk kita bahas lebih lanjut tentang tapering off dan dampaknya terhadap investasi anda.


Table of Content


Mengenal Apa Itu Tapering Off

Seperti yang sudah kita bahas di atas, tapering off adalah kebijakan pengetatan moneter yang dilakukan oleh The Fed untuk menahan pergerakan inflasi yang terjadi saat perekonomian sudah mulai membaik.

Pengetatan moneter ini disebut Quantitative Easing (QE) di mana The Fed mengurangi pembelian aset seperti obligasi yang sebelum dibeli dalam jumlah banyak sebagai stimulus ekonomi.

Tindakan ini biasanya dilakukan saat ekonomi sudah membaik sehingga stimulus ekonomi besar-besaran tidak dibutuhkan lagi.

Oleh sebab tapering menjadi sinyal bahwa ekonomi sudah masuk dalam tahap pemulihan setelah sebelumnya mengalami krisis atau resesi.

Selama proses stimulus ekonomi, The Fed rutin membeli obligasi hingga US$ 120 miliar per bulan. Hal ini dilakukan The Fed selama pemulihan ekonomi AS pada tahun 2008 dan dilakukan kembali selama masa pandemi Covid-19.

Stimulus ekonomi besar-besaran ini tentu saja menyebabkan peningkatan inflasi sehingga The Fed perlu mengambil kebijakan agar jumlah uang beredar menjadi berkurang.

Dampak Tapering yang Terhadap Perekonomian Global

Saat tapering dilakukan oleh The Fed, maka banyak pasar keuangan dari berbagai negara ikut terdampak terutama negara berkembangan yang pasar keuangannya masih didominasi investor asing.

Apabila The Fed melakukan tapering, maka kebijakan ini biasanya juga diikuti dengan kenaikan suku bunga yang membuat banyak investor asing memilih berinvestasi di Amerika karena dinilai lebih menarik.

Keluarnya dana ini merupakan hal yang dikhawatirkan dapat mengganggu stabilitas pasar keuangan negara berkembang yang masih bergantung pada investor asing.

Fenomena Taper Tantrum

Taper tantrum merupakan fenomena kepanikan kolektif para investor yang menyebabkan pergolakan di pasar uang saat munculnya isu tapering.

Sebelumnya, Indonesia pernah mengalami sejarah buruk ini saat tapering yang dilakukan The Fed pada tahun 2013 lalu. Pada saat itu, IHSG anjlok hingga menyentuh level 3000 dan dalam dana asing keluar hingga 2,7 triliun dalam satu hari.

Hal ini tentu saja menyebabkan kepanikan massal baik dari sisi investor maupun bagi pemerintah karena melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar.

Oleh sebab itu, kebijakan tapering The Fed ini menjadi perhatian banyak negara terutama negara-negara yang masih banyak aliran dana asing di dalamnya.

Kapan The Fed Menerapkan Tapering?

Sejauh ini, The Fed masih berhati-hati dalam penyampaian informasi terkait kebijakan tapering yang akan dilakukan.

Tapering diperkirakan akan dilaksanakan pada akhir tahun ini mengingat saat ini ekonomi Amerika sudah sangat membaik dan angka pengangguran yang mulai turun.

Isu ini semakin menguat melihat ekonomi Amerika tumbuh dengan baik selama masa pemulihan ekonomi dan peningkatan inflasi di Amerika.

Investasi di Tengah Tapering

Adanya tapering membuat pasar keuangan menjadi cukup bergejolak sehingga anda harus memperhatikan poin ini dalam memilih investasi.

Karena berbagai kondisi yang cenderung tidak stabil, maka anda perlu memilih investasi dengan risiko yang rendah dan dalam jangka pendek hingga sedang.

Hal ini sebagai mitigasi anda terhadap berbagai kondisi tidak terduga yang mungkin terjadi dalam beberapa waktu ke depan.

Karena itu jangan lupa lakukan diversifikasi dalam investasi agar risiko kerugian dalam investasi dapat diperkecil dan investasi bisa tetap menguntungkan di berbagai kondisi tidak terduga.

Salah satu caranya adalah dengan berinvestasi ke dalam sektor privat yang tidak terpengaruh oleh kebijakan tapering ini.

Anda bisa mulai berinvestasi ke dalam sektor privat dengan ikut patungan bisnis bareng LandX cuma dengan modal 1 jutaan.

Di LandX kamu bisa investasi ke berbagai bisnis privat dengan ikut patungan membangun berbagai bisnis potensial di sekitar anda.

Karena itu…

Yuk Patungan Bisnis Menguntungkan Bareng LandX

Mau Informasi Terupdate Lain Seputar Investasi dan Keuangan? Yuk Follow Kami di Instagram @landx.id


Baca Juga:


#PatunganBisnis #LandX.id #landx.id #landx  #InvestasiBisnis #EquityCrowdfunding #InvestasiMenguntungkan #Urundana #BisnisPatungan #InvestasiUsaha