menu-button
Cara Investasi di Securities Crowdfunding Investasi Keuangan Bisnis

Mengenal Apa Itu Tapering Off dan Dampaknya Bagi Investasi

Thursday, 9 Sep 2021

Read in 5 minutes

Author: Abdul Wahhab

Tapering adalah kebijakan moneter yang diambil oleh The Federal Reverse yang merupakan Bank Sentral Amerika untuk mengurangi stimulus ekonomi yang mereka lakukan untuk menahan laju inflasi yang terus meningkat selama pemulihan ekonomi. Hal ini tentu saja berpengaruh terhadap berbagai instrumen investasi sehingga kamu butuh strategi jitu untuk menghadapi hal tersebut. Karena itu, yuk kita bahas apa itu tapering dan bagaimana strategi kita apabila menghadapi tapering.

Beberapa waktu belakangan Anda mungkin bingung tentang apa itu tapering yang banyak dibahas belakangan ini.

Kebijakan tapering adalah kebijakan moneter yang diambil oleh The Federal Reverse yang merupakan Bank Sentral Amerika. Kebijakan tapering dilakukan sebagai kebijakan mengurangi inflasi yang terus meningkat selama pemulihan ekonomi.

Kapan tapering dilakukan? The Fed umumnya mengambil kebijakan tapering saat ekonomi sudah mulai berjalan dengan baik. Sehingga, tapering merupakan kebijakan untuk mengurangi inflasi dengan cara mengurangi berbagai stimulus ekonomi. Dengan kebijakan tapering ini, inflasi dapat diredam.

Walaupun kebijakan tapering diambil Bank Sentral Amerika, tapi kebijakan ini memiliki pengaruh yang signifikan terutama untuk negara-negara berkembang seperti Indonesia.

Biar semakin paham, yuk kita bahas lebih lanjut tentang tapering off dan dampaknya terhadap investasi Anda.


Mengenal Apa Itu Tapering Off dan Dampaknya di Indonesia

Seperti yang sudah kita bahas di atas, tapering off adalah kebijakan pengetatan moneter yang dilakukan oleh The Fed untuk menahan pergerakan inflasi yang terjadi saat perekonomian sudah mulai membaik.

Pengetatan moneter ini disebut Quantitative Easing (QE) di mana The Fed mengurangi pembelian aset seperti obligasi yang sebelumnya dibeli dalam jumlah banyak sebagai stimulus ekonomi.

Tindakan ini biasanya dilakukan saat ekonomi sudah membaik sehingga stimulus ekonomi besar-besaran tidak dibutuhkan lagi. Oleh karena itu, isu tapering adalah sinyal kalau ekonomi sudah masuk dalam tahap pemulihan setelah sebelumnya mengalami krisis atau resesi.

Dari awal 2019, stimulus ekonomi besar-besaran ini menyebabkan peningkatan inflasi, khususnya di negara berkembang. Hingga saat ini, disinyalir sehingga The Fed perlu mengambil kebijakan agar jumlah uang beredar menjadi berkurang.

Pada akhir tahun 2021, The Fed mengurangi suntikan likuiditas ke pasar keuangan dari semula mencapai US$120 miliar menjadi US$15 miliar saja. Kebijakan tapering ini memberi dapat memberi dampak buruk bagi Indonesia.

Misalnya, melemahnya nilai tukar rupiah. Alasannya, tapering off menyebabkan para investor akan mulai kembali ke AS, sehingga meninggalkan Indonesia. Saat suplai dolar AS berkurang di dalam negeri, maka nilainya terhadap rupiah terangkat. Sebaliknya, rupiah tertekan.


Dampak Tapering yang Terhadap Perekonomian Global

Saat tapering dilakukan oleh The Fed, maka banyak pasar keuangan dari berbagai negara ikut terdampak terutama negara berkembangan yang pasar keuangannya masih didominasi investor asing.

Apabila The Fed melakukan tapering, maka kebijakan ini biasanya juga diikuti dengan kenaikan suku bunga yang membuat banyak investor asing memilih berinvestasi di Amerika karena dinilai lebih menarik.

Keluarnya dana ini merupakan hal yang dikhawatirkan dapat mengganggu stabilitas pasar keuangan negara berkembang yang masih bergantung pada investor asing.

Fenomena Taper Tantrum, Efek Kebijakan Tapering

Taper tantrum adalah fenomena kepanikan kolektif para investor yang menyebabkan pergolakan di pasar uang saat munculnya isu tapering.

Sebelumnya, Indonesia pernah mengalami sejarah buruk ini saat tapering yang dilakukan The Fed pada tahun 2013 lalu. Pada saat itu, IHSG anjlok hingga menyentuh level 3000 dan dalam dana asing keluar hingga 2,7 triliun dalam satu hari.

Hal ini tentu saja menyebabkan kepanikan massal baik dari sisi investor maupun bagi pemerintah karena melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar. Karena itu, taper tantrum adalah sesuatu yang dicemaskan banyak orang apabila The fed mengambil keputusan tapering off.

Oleh sebab itu, kebijakan tapering The Fed ini menjadi perhatian banyak negara terutama negara-negara yang masih banyak aliran dana asing di dalamnya.

Kapan Tapering Off Terjadi?

Sejauh ini, The Fed masih berhati-hati dalam penyampaian informasi terkait kebijakan tapering yang akan dilakukan. Tapering diperkirakan akan dilaksanakan pada akhir tahun ini mengingat saat ini ekonomi Amerika sudah sangat membaik dan angka pengangguran yang mulai turun.

Isu ini semakin menguat melihat ekonomi Amerika tumbuh dengan baik selama masa pemulihan ekonomi dan peningkatan inflasi di Amerika. Isu tapering ini menjadi semakin kuat belakangan karena The Fed telah melakukan pertemuan sebelumnya.

Akan tetapi, tapering ini diperkirakan tidak akan separah tapering 2013 karena proses tapering kali ini akan dilakukan secara perlahan dan disosialisikan dengan baik kepada masyarakat luas. Oleh sebab itu, tapering ini diperkirakan tidak akan seburuk tapering yang terjadi pada tahun 2013 lalu.

Indonesia Menghadapi Tapering Off

Dampak dari kebijakan tapering off telah ditandai oleh melemahnya nilai tukar rupiah bahkan, hampir menyentuh Rp15.000 per dollar. Akan tetapi, seperti yang kita tahu Indonesia sudah jauh lebih siap menghadapi ini sehingga kita bisa lihat hal ini tidak memiliki dampak yang begitu besar.

Meski tren IHSG belakangan ini merah, Gubernur Bank BI menekankan bahwa The Fed telah memberi sinyal perubahan kebijakan secara berkala, sehingga sudah bisa diantisipasi oleh pelaku pasar keuangan. Selain kesiapan cadangan dana, hal ini juga terjadi karena terus meningkatnya jumlah investor domestik sehingga kita tidak sepenuhnya bergantung pada investasi asing.

Karena itu, diperkirakan efek tapering off kali ini tidak akan seburuk tapering 2013 lalu. Selain itu, tapering tantrum pun diperkirakan tidak akan terjadi karena masyarakat yang jauh lebih siap menghadapi kebijakan ini.

Investasi di Tengah Tapering

Adanya tapering membuat pasar keuangan menjadi cukup bergejolak sehingga Anda harus memperhatikan poin ini dalam memilih investasi.

Karena berbagai kondisi yang cenderung tidak stabil, maka Anda perlu memilih investasi dengan risiko yang rendah dan dalam jangka pendek hingga sedang.

Hal ini sebagai mitigasi Anda terhadap berbagai kondisi tidak terduga yang mungkin terjadi dalam beberapa waktu ke depan.

Karena itu jangan lupa lakukan diversifikasi dalam investasi agar risiko kerugian dalam investasi dapat diperkecil dan investasi bisa tetap menguntungkan di berbagai kondisi tidak terduga.

Salah satu caranya adalah dengan berinvestasi ke dalam sektor privat yang tidak terpengaruh oleh kebijakan tapering ini.

Anda bisa mulai berinvestasi ke dalam sektor privat dengan ikut patungan bisnis bareng LandX cuma dengan modal 1 jutaan.

Di LandX Aamu bisa investasi ke berbagai bisnis privat dengan ikut patungan membangun berbagai bisnis potensial di sekitar Anda.

Karena itu…

Yuk Patungan Bisnis Menguntungkan Bareng LandX

Mau Informasi Terupdate Lain Seputar Investasi dan Keuangan? Yuk Follow Kami di Instagram @landx.id


Baca Juga:


#PatunganBisnis #LandX.id #landx.id #landx #InvestasiBisnis #EquityCrowdfunding #InvestasiMenguntungkan #Urundana #BisnisPatungan #InvestasiUsaha

Baca Juga