Masa muda merupakan masa untuk berjuang demi mendapatkan cita-cita. Salah satu cara yang bisa digunakan adalah berbisnis properti. Bisnis properti bisa saja berupa kos, rumah, apartemen, dan lain sebagainya. Tentu ketika berhasil mendapatkan keuntungan pertama kali dari jual-beli properti adalah momen yang ditunggu-tunggu.

Oleh sebab itu, sebagai pemula diperlukan cara atau strategi yang tepat untuk mendapatkan keuntungan dari investasi properti. Langkah pertama yang bisa dilakukan adalah menentukan tempat investasi properti.

Tempat di sini bisa berupa platform yang memberikan pantuan dalam pemasaran maupun penyediaan properti yang bisa dibeli. Jika sudah menentukan tempat, dalam berinvestasi sebaiknya Anda tidak terburu-buru karena banyak hal yang wajib Anda pelajari sebelum membeli-menjual suatu properti. Belum lagi kalau Anda harus mengetahui prosedur pembelian properti yang tidak mudah.

Untuk mempermudah, sebaiknya Anda memperhatikan prosedur pembayaran, baik membeli atau ketika menjual properti.

Prosedur Pemilihan Tempat Investasi Properti

Jika Anda memilih investasi properti berupa rumah, sebaiknya Anda memahami bahwa lokasi menentukan salah satu penentu saat jual-beli rumah tersebut. Banyak orang yang memutuskan untuk memilih dan membeli rumah berdasarkan lokasi yang strategis.

Lokasi menjadi faktor utama oleh banyak orang sewaktu membeli rumah. Selain itu, lokasi akan memengaruhi harga jual. Sebaiknya lokasi rumah dekat dengan pusat perbelanjaan, sekolah, rumah, sakit, transportasi, dan lain sebagainya.

Dalam dunia investasi, ketersediaan dana/biaya menjadi faktor penting bagi orang membeli properti yang Anda tawarkan. Selain biaya pokok, terdapat biaya tambahan. Kadang jumlahnya tidaklah sedikit dan membuat banyak orang awam yang berinvestasi kaget. Agar lebih jelas, biaya pembelian properti yang menjadi kewajiban, antara lain:
• Uang tanda jadi: acapkali uang ini ditentukan oleh para pengembang. Namun, ketika membeli properti yang tidak melalui pengembang, melainkan dari pasar sekunder, uang tanda jadi bisa ditentukan oleh Anda, atau penjual properti. Uang tanda jadi adalah bentuk kejelasan Anda membeli properti/rumah tersebut atau istilahnya booking.
• Uang muka atau DP merupakan kewajiban selanjutnya jika Anda bersedia membeli rumah dengan membayar keseluruhan uang muka jika Anda membeli rumah tersebut ke pengembang. Jika melalui pasar sekunder, besar uang muka sekitar 20% hingga 50% dan kerap ditentukan oleh pihak bank yang berkaitan.
• Angsuran idealnya ditentukan dari besar-kecil sepertiga gaji yang Anda miliki atau gaji bersama pasangan (istri/suami) Anda.

Ketika ingin membeli rumah melalui pengembang, jangan mudah percaya meskipun pengembang tersebut sudah terkenal namanya. Sebaiknya Anda harus menyelidiki dengan mencari informasi sebanyak-banyaknya tentang pengembang yang dituju.

Jangan lupa dalam membeli rumah Anda harus memeriksa track record pengembang tersebut, kira-kira tepat waktu ketika serah terima atau tidak. Lalu, apakah perumahan yang didirikan berkualitas atau tidak. Informasi tersebut bisa Anda peroleh melalui website pengembang perumahan atau mencari tahu dari orang-orang terdekat.

Selanjutnya, Anda jangan sampai terburu-buru dalam membeli properti. Banyak hal yang harus Anda tinjau terlebih dahulu, salah satunya adalah harga pasar. Anda wajib tahu harga pasar rumah yang Anda inginkan untuk dibeli. Langkah ini bisa Anda gali melalui appraisal, daring atau riset secara langsung. Dengan demikian Anda bisa menentukan harga terbaik dari properti pertama yang dibeli.

Kalau Anda merasa sudah bersiap untuk berbisnis properti tanpa perlu repot melakukan langkah-langkah di atas, pilihlah LandX yang merupakan platform equity crowdfunding dimana para investor bisa berinvestasi properti.