Sebagai negara maritim yang dikelilingi banyak laut, maka kapal tongkang tentu saja menjadi salah satu kapal yang banyak ditemui dan dibutuhkan.

Kapal tongkang adalah kapal yang digunakan untuk transportasi berbagai jenis barang seperti batu bara atau berbagai jenis komoditas yang menggunakan jalur laut untuk proses distribusinya.

Belakangan, industri kapal tongkang kian menjanjikan karena meningkatnya ekspor berbagai komoditas yang membutuhkan kapal tongkang untuk proses bisnis mereka.

Karena itu, bisnis ini sangat menjanjikan dan memiliki prospek keuntungan jangka panjang. Supaya lebih paham, yuk kita bahas lebih lanjut tentang bisnis satu ini.


Table of Content


Tertarik Berbisnis Kapal Tongkang?

Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di dunia, dengan lebih dari 17.000 pulau yang terbentang dari Sabang hingga Merauke. Oleh karena itu, Indonesia juga merupakan negara yang memiliki wilayah perairan yang sangat luas.

Kondisi geografis tersebut memberikan keuntungan pada sektor kemaritiman, baik dari segi kekayaan sumber daya laut yang melimpah maupun segi pelayaran dan kemudahan pengiriman logistik melalui jalur laut.

Di masa pandemi, industri pelayaran dan perkapalan di Indonesia menjadi salah satu sektor industri yang mampu terus bertahan. Hal tersebut salah satunya dibuktikan dengan produksi dan penjualan tugboat (kapal tunda) dan barge (kapal tongkang) yang masih tetap stabil, meski dengan harga yang relatif meningkat selama masa pandemi.

Hal itu juga sejalan dengan kebutuhan jasa pelayaran dan pengiriman logistik yang masih stabil di Indonesia. Karena itu, bisnis shipping dan pengiriman logistik masih menjadi salah satu bisnis dengan prospek yang menjanjikan, terutama bagi perusahaan-perusahaan pengiriman logistik yang memiliki armada kapal barge dan tugboat.

Selain sebagai pengangkut pengiriman logistik, permintaan jasa kapal barge dan tugboat untuk mengangkut batu bara, nikel, dan hasil tambang lainnya juga masih tetap tinggi. Selama batubara masih menjadi tulang punggung energi di Indonesia, jasa pengangkutan menggunakan kapal barge juga masih akan terus meningkat.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memutuskan untuk meningkatkan target produksi batu bara tahun ini dari 550 juta ton menjadi 625 juta ton. Hal ini tertuang dalam Keputusan Menteri (Kepmen) Nomor 66.K/HK.02/MEM.B/2021 tentang Perubahan Atas Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 255.K/30/MEM/2020 tentang Pemenuhan Kebutuhan Batubara Dalam Negeri Tahun 2021.

Sesuai dengan keputusan menteri ESDM tersebut, maka target produksi hasil bumi pun semakin meningkat, hal tersebut juga diikuti dengan kenaikan harga batubara yang terjadi sejak akhir tahun 2020, yang secara langsung memberikan dampak bagi industri pelayaran.

Namun, sayangnya hal ini tidak diimbangi dengan ketersediaan kapal tongkang yang cukup sebagai transportasi utama pengangkutan batu bara, baik untuk kebutuhan domestik maupun ekspor.

Asosiasi Pemasok Batubara dan Energi Indonesia (Aspebindo) mengakui terbatasnya kapal tongkang untuk ekspor masih menjadi salah satu kendala utama dalam pemenuhan ekspor tahun 2021 ini.

Dengan kata lain, tingginya produksi batu bara juga sangat berpengaruh pada tingginya permintaan produksi maupun jasa kapal pengangkut tugboat dan barge. Karena itu, bisnis kapal tongkang atau tugboat and barge menjadi bisnis dengan prospek yang menjanjikan.

Potensi Menjanjikan Bisnis Kapal Tongkang

Ada 5 alasan utama mengapa Project Kapal CAPT merupakan bisnis dengan prospek yang menjanjikan.

1. Peningkatan produksi hasil bumi

Sesuai dengan keputusan Kementerian ESDM untuk meningkatkan target produksi hasil bumi, hal ini membuat harga batubara mengalami kenaikan. Selain itu, keputusan tersebut juga memberikan dampak bagi industri pelayaran salah satunya penggunaan kapal tugboat dan barge sebagai transporasi pengangkutan utama, baik untuk kebutuhan domestik maupun kebutuhan ekspor.

2. Tetap profit meski krisis

Selama pandemi Covid-19, industri pelayaran khususnya kapal tugboat dan barge yang tetap profit meski dalam keadaan krisis.

Hal tersebut dibuktikan dengan peningkatan produksi hasil bumi dari tahun ke tahun yang mempengaruhi penggunaan kapal tugboat dan barge yang digunakan untuk mengangkut muatan hasil bumi tersebut.

3. Minimnya ketersediaan kapal barge

Terbatasnya kapal pengangkut hasil bumi ke berbagai tujuan membuat target pencapaian belum dapat maksimal dilakukan, maka dari itu dengan bertambahnya kapal tugboat beserta barge dapat membantu untuk melakukan ekspansi secara maksimal serta membantu pertumbuhan perekonomian.

4. Pendiri profesional yang berpengalaman

Project CAPT dijalankan bersama para profesional yang berpengalaman di bidangnya. Kapten Mus Mulyadi sebagai Direktur memiliki pengalaman selama lebih dari 12 tahun di dunia industri kemaritiman, sehingga membuatnya memiliki kemampuan dan pengetahuan yang mumpuni di bidang industri ini.

Kemudian, Helmi Yahya sebagai Komisaris Perusahaan juga memiliki pengalaman selama lebih dari 20 tahun sebagai seorang pengusaha sukses. Kemampuannya dalam menyusun strategi bisnis dan pengembangan perusahaan akan mampu memaksimalkan performa perusahaan Kapal CAPT.

5. Potensi nilai jual tinggi

Hingga saat ini, permintaan ketersediaan kapal tugboat dan barge masih tinggi karena permintaan jasa pengangkutan kargo dan produk hasil bumi terus meningkat. Oleh karena itu, selain bisa disewakan, kapal tugboat dan barge juga memiliki potensi nilai jual yang tinggi.

Berbisnis Kapal Tugboat and Barge di LandX

Bisnis kapal tugboat and barge ini terbilang tidak mudah untuk dijalani oleh masyarakat awam. Tingginya harga kapal serta perawatan khusus yang dibutuhkan membuat bisnis ini biasanya hanya bisa dijalakan oleh perusahaan-perusahaan besar dengan armada kapal pengangkut yang besar pula.

Membaca peluang tersebut, PT Samudera Rezeki Mulia, bekerja sama dengan platform LandX, hadir untuk membangun bisnis pengoperasian kapal tugboat and barge yang bisa melibatkan masyarakat awam sebagai investor.

PT Samudera Rezeki Mulia (SRM) merupakan perusahaan penyedia jasa kapal pengangkut bernama project CPAT, sementara LandX merupakan platform equity crowdfunding atau patungan bisnis yang membuka kesempatan bagi siapapun untuk ikut menjadi bagian dari perkembangan proyek-proyek bisnis menarik dengan prospek yang menjanjikan.

Dengan menggunakan sistem patungan bisnis di LandX, yang membuka kesempatan kepada masyarakat untuk ikut menjadi pemilik dari Kapal tongkang yang siap beroperasi. Masyarakat dapat menjadi investor dan membeli saham Kapal titoyang diterbitkan oleh PT SRM di LandX, dengan modal mulai dari 1 juta rupiah.

Kapal yang listing di LandX merupakan rangkaian kapal angkut yang terdiri dari kapal Tugboat dan Barge. Kapal barge, atau yang lebih dikenal sebagai kapal tongkang, merupakan kapal besar yang biasanya digunakan untuk mengangkut muatan-muatan besar seperti kargo atau hasil tambang.

Namun, kapal barge umumnya tidak memiliki mesin pendorong sendiri. Karena itu, mobilitasnya sangat bergantung pada kapal tugboat.

Kapal tugboat atau yang juga dikenal dengan sebutan kapal tunda, merupakan kapal dengan ukuran yang lebih kecil, namun memiliki mesin pendorong bertenaga besar. Sehingga mampu menarik kapal barge yang membawa berbagai macam muatan-muatan besar.

Tugboat merupakan kapal berjenis steel tugboat yang memiliki dimensi panjang 22.42 meter, lebar 7.32 meter, dan tinggi 3.20 meter. Tugboat ini dibuat di Batam pada tahun 2011 yang ditenagai mesin Yanmar 6AYM, 2 x 659 HP dan mampu melaju hingga kecepatan 9 knot. Kapal penarik memiliki kapasitas penampungan sebesar 148 ton GRT dan 45 ton NRT.

Sementara sebagai kapal pengangkutnya, Barge memiliki ukuran yang lebih besar, yakni mencapai 270 kaki dengan spesifikasi dimensi panjang 79.01 meter, lebar 21.95 meter, dan tinggi 5.49 meter. Kapal berjenis steel barge ini juga dibuat di Batam pada tahun 2005, namun masih memiliki kondisi yang cukup prima.

Tongkang besar ini memiliki kapasitas muatan 2448 ton GRT, 735 ton NRT, serta 5500 ton DWT. Selain itu, kapal ini juga dilengkapi dengan side board untuk muatan-muatan jenis curah seperti batu bara, biji nikel, dan lain-lain, serta rampdoor sebagai akses jalan yang menghubungkan kapal dengan dermaga.

Bagi Anda yang tertarik untuk berinvestasi dan ikut menjadi owner dari Project CAPT, sebentar lagi project ini akan listing di platform LandX.

Sahamnya akan bisa Anda miliki dengan modal mulai dari 1 juta rupiah. Untuk itu, jangan ditunda-tunda lagi. Segera verifikasi akun Anda di LandX dan terus tunggu update-nya agar tidak kehabisan saham Project CPAT.

Yuk Patungan Bisnis Menguntungkan Bareng LandX

Bagaimana? Kamu lebih suka bisnis dengan buyback guarantee atau yang bisa disimpan dalam jangka panjang? Apapun pilihan kamu.. Yuk Patungan  dengan Keuntungan Menjanjikan Bareng LandX

Jangan Lupa Follow Instagram @landx.id Untuk Berbagai Tips Investasi Menguntungkan Lainnya


Baca Juga:


#YukPatunganBisnis    #LandX.id    #landx         #landx.id    #InvestasiBisnis  #SecuritiesCrowdfunding   #EquityCrowdfunding    #InvestasiMenguntungkan     #Urundana    #BisnisPatungan    #InvestasiUsaha