Ternyata masih banyak orang yang belum mengerti bagaimana cara menabung dengan benar sehingga mereka kesulitan untuk mengatur finansial dengan baik. Semua orang tentu pernah belajar menabung, karena menabung menjadi salah satu hal yang diajarkan kepada kita sejak kecil, namun sudahkan kita menabung dengan cara yang benar?

Setiap orang tua maupun guru di sekolah sering menanamkan nilai-nilai pentingnya kebiasaan menabung. Mulai dari kesabaran, perjuangan, atau pengorbanan untuk mendapatkan sesuatu di masa depan.

Meski begitu, pada kenyataannya kita semakin dewasa kita semakin kesulitan membangun kebiasaan menabung dengan benar.

Meskipun sudah memasuki usia produktif dan memiliki penghasilan, biaya hidup yang terus meningkat serta berbagai macam kebutuhan yang harus dipenuhi menjadi alasan utama mengapa orang sulit menabung.

Padahal, selain untuk memenuhi kebutuhan atau keinginan, menabung juga merupakan salah satu cara untuk menjamin kestabilan keuangan agar siap menghadapi hal-hal tidak terduga di masa mendatang.

Menabung dengan cara yang benar dapat berperan penting untuk belajar mengatur keuangan, terutama bagi Anda yang baru mulai bekerja dan mulai memiliki penghasilan. First jobber cenderung lebih memiliki kesempatan untuk belajar menabung karena belum banyak terbentur oleh kebutuhan dan tanggungan.


Table of Content


Cara Menabung dengan Benar

Sebagian dari Anda mungkin sudah mulai menerapkan kebiasaan menabung saat pertama kali memiliki penghasilan, namun tidak jarang pula yang tabungannya kandas di tengah jalan karena berbagai penyebab.

Selain itu, menabung juga sering kali terhalang karena gaya hidup konsumtif yang membawa kita sering mengeluarkan uang secara impulsif tanpa memikirkan dampak jangka panjang dari keputusan keuangan yang kita ambil tersebut.

Jika Anda mengalami hal tersebut, mungkin ada yang salah dengan cara Anda menabung. Anda bisa mencoba beberapa tips menabung berikut ini agar aktivitas menabung Anda bisa lebih maksimal.

5 Tips Utama Agar Dapat Menabung dengan Benar

1. Menetapkan Tujuan Menabung

Apabila tabungan Anda sering kandas di tengah jalan, salah satu penyebabnya mungkin karena Anda belum mantap menentukan alasan untuk menabung.

Sebagian orang masih menganggap bahwa aktivitas menabung hanya sebatas menyimpan uang sisa dari penghasilan bulanan mereka. Akibatnya, ketika Anda bertemu dengan sesuatu yang sebenarnya tidak terlalu Anda butuhkan namun menarik perhatian, Anda akan tergoda untuk menggunakan uang tabungan tersebut.

Oleh karena itu, sebelum mulai menabung, Anda juga perlu menentukan tujuan yang pasti. Anda bisa memulainya dengan hal-hal yang Anda sukai, seperti menabung untuk traveling atau membeli kendaraan/gadget baru. Dengan begitu, Anda akan memiliki fokus dan tujuan yang jelas, sehingga tidak akan mudah tergoda pada sesuatu yang tidak terlalu dibutuhkan.

Setelah mulai terbiasa dan mampu mencapai tujuan-tujuan tersebut, mulainya untuk meng-upgrade tujuan menabung Anda ke tujuan yang lebih besar. Seperti tabungan untuk menikah, pergi haji, atau tabungan untuk biaya pendidikan anak di masa depan.

2. Memisahkan Rekening Khusus untuk Tabungan

Tips selanjutnya yang juga perlu diterapkan adalah membuka rekening baru khusus digunakan untuk menyimpan tabungan. Seperti pembahasan sebelumnya, aktivitas menabung yang baik bukan hanya sekadar menyimpan uang sisa bulanan. Dana tabungan harus direncanakan dan disisihkan sejak awal.

Oleh karena itu, membuka rekening khusus untuk tabungan adalah cara paling ampuh agar tabungan Anda tidak tercampur dengan dana untuk kebutuhan sehari-hari. Dengan begitu, Anda juga akan lebih mudah mengelola kebutuhan berdasarkan pemisahan dana.

Selain itu, saat ini juga sudah banyak layanan perbankan menyediakan rekening khusus tabungan dengan berbagai keuntungan yang ditawarkan, seperti setoran awal ringan atau bebas dari biaya administrasi bulanan.

3. Mulai dari Nominal yang Kecil

Beberapa pakar perencana keuangan menyebutkan bahwa nominal ideal untuk ditabung adalah 10-20% dari jumlah penghasilan bulanan. Namun, tidak semua orang bisa dengan mudah menerapkan perhitungan tersebut, terutama bagi orang-orang yang belum terbiasa menabung.

Clark Howard, seorang pakar konsumen sekaligus pendiri lembaga Consumer Action Center, mengatakan bahwa menabung sebaiknya dimulai dari nominal yang kecil agar tidak terasa berat.

Jika angka 10-20% terasa terlalu berat, Anda bisa memulainya dengan menabung 2-5% dari penghasilan bulanan. Namun, angka tersebut harus berangsur ditingkatkan sedikit demi sedikit dengan target yang pasti.

Misalnya, Anda bisa mulai menabung dengan 2% dari penghasilan per bulan. Anda akan meningkatkannya sedikit demi sedikit hingga mencapai angka 10% di bulan kesepuluh, dan seterusnya.

4. Mengatur Auto Debit ke Rekening Tabungan

Meskipun sudah membuka rekening terpisah, godaan untuk mengurangi jumlah tabungan akan selalu ada. Terutama jika Anda sudah menghabiskan cukup banyak uang di awal tanggal gajian. Anda akan diserang rasa khawatir bahwa uang tersisa tidak akan cukup untuk memenuhi kebutuhan selama sebulan ke depan, kemudian akan berpikir untuk memotong sebagian dana tabungan.

Salah satu solusi untuk mencegah hal tersebut adalah dengan menerapkan sistem penarikan otomatis (auto-debit) menuju rekening tabungan. Dengan sistem ini, dana tabungan Anda akan otomatis dipisahkan dari rekening utama, sehingga tidak ada alasan untuk lupa menabung atau mengurangi anggaran tabungan semula.

Selain memudahkan Anda menabung, sistem ini juga dapat membantu Anda agar lebih bijaksana dalam mengatur keuangan dengan dana yang tersisa.


Baca Juga:


5. Menyisihkan Sebagian Tabungan untuk Investasi

Selain menabung dengan cara konvensional, salah satu cara untuk dapat menambah nominal tabungan adalah dengan berinvestasi. Pada sistem tabungan biasa, uang yang Anda miliki hanya akan berdiam di dalam penyimpanan. Meskipun bank memberikan bunga dari simpanan Anda, nominalnya tidak seberapa.

Sementara itu, jika Anda menabung dalam bentuk investasi, aset yang Anda miliki akan bekerja dan berpotensi memberikan keuntungan yang lebih tinggi. Menabung dalam bentuk investasi memang lebih memiliki risiko dibanding menabung secara konvensional. Namun, dengan perencanaan dan perhitungan yang baik, risiko berinvestasi dapat diminimalkan.

Selain tabungan deposito, ada banyak instrumen investasi yang bisa dipakai untuk meningkatkan pundi-pundi tabungan. Salah satunya ialah investasi saham perusahaan/emiten yang memberikan pengembalian berupa pembagian keuntungan atau dividen. Melalui investasi saham emiten, investor dapat menerima pembagian dividen secara rutin yang akan terus menambah pundi-pundi tabungan.

Jika Anda tertarik berinvestasi saham namun tidak memiliki modal yang tinggi, Anda bisa mencoba berinvestasi saham melalui platform LandX.

LandX merupakan platform equity crowdfunding yang mempertemukan para pebisnis dengan para investor. Sistem crowdfunding yang diterapkan di LandX memungkinkan Anda untuk ikut berinvestasi dengan modal yang kecil.

LandX menyediakan berbagai project bisnis menarik dan menjanjikan. Di LandX kamu akan menemukan bisnis-bisnis terbaik yang telah melewati kurasi ketat sebelumnya sehingga membantu mengoptimalkan keuntungan investasi jangka panajang kamu.

Karena itu....

Yuk Temukan Bisnis Terbaik untuk Investasi Jangka Panjang Kamu di LandX

Yuk mulai patungan bisnis menguntungkan jangka panja g bersama LandX

Mau Informasi Menarik Lain Seputar Investasi? Yuk Kunjungi Instagram Kami di @landx.id


Baca Juga:


#YukPatunganBisnis