menu-button
Cara Investasi di Securities Crowdfunding Investasi Keuangan Bisnis

Volatilitas Adalah: Definisi, Jenis, dan Penyebab Volatilitas Saham

Monday, 7 Jun 2021

Read in 6 minutes

Author: Abdul Wahhab
memilih instrumen investasi yang volatile dan arti volatility dalam investasi

Dalam beberapa instrumen investasi, volatilitas atau volatility adalah hal yang harus kamu perhatikan dalam memilih instrumen investasi. Hal ini karena volatilitas mempengaruhi bagaimana strategi investasi atau trading yang kamu lakukan. Karena itu, yuk kita bahas lebih lanjut tentang apa itu volatilitas dan bagaimana pengaruhnya terhadap keputusan investasi yang kamu lakukan.

Salah satu istilah penting yang sering muncul dalam investasi adalah volatilitas atau volatility. Apa itu volatilitas? atau apa itu volatile?

Volatilitas merupakan salah satu istilah yang akan sering dalam investasi terutama apabila anda berinvestasi melalui instrumen saham.

Sebagai investor penting bagi kamu untuk paham apa itu volatilitas karena volatility dari suatu instrumen menjadi hal penting yang harus kamu perhatikan saat mengambil keputusan investasi terutama apabila kamu berinvestasi ke dalam instrumen dengan volatilitas tinggi.

Karena itu, yuk kita bahas lebih lanjut arti volatilitas dan bagaimana mengambil keuntungan dari instrumen investasi yang volatile

Apa Itu Volatilitas

Volatilitas adalah tingkat fluktuasi harga dari sebuah saham atau sekuritas dalam waktu ke waktu. Volatilitas sering juga disebut sebagai “market mood” karena berkaitan dengan naik turunnya harga sekuritas dalam kurun waktu tertentu.

Volatilitas bisa dijadikan sebagai acuan untuk menghitung peluang dan risiko dari suatu sekuritas.

Volatilitas juga bisa jadi acuan untuk melihat pergerakan suatu sekuritas. Volatilitas yang tinggi menunjukkan bahwa pergerakan harga di pasar bergerak dengan cepat jika dibandingkan dengan pasar dengan volatilitas rendah.

Dalam kebanyakan kasus, semakin tinggi volatilitas, semakin berisiko suatu emiten. Volatilitas sering diukur sebagai standar deviasi untuk mengukur risiko suatu portofolio. Semakin tinggi tingkat deviasi maka semakin besar risiko, namun semakin besar pula kemungkinan profit, dan variasi kinerjanya.

Tingkat volatilitas memang dapat mengukur risiko suatu emiten investasi. Saat volatilitas tinggi maka risiko suatu portofolio investasi adalah tinggi. Namun, tidak berarti sebuah volatilitas tinggi akan membuat emiten tidak menarik. Pergerakan harga saham atau volatile ini adalah mencerminkan kondisi pasar yang terjadi mungkin tidak stabil.

Apa itu Volatilitas Saham

Volatilitas merupakan bentangan depresi harga dan volume pembelian yang terjadi di pasar. Volatilitas terbentuk dari selisih yang dijual dengan yang dibeli, semakin besar selisihnya maka semakin dinamis bentuk grafiknya. 

Sederhananya bentuk dinamis atau naik turun pada suatu grafik saham itulah grafik volatilitas. Namun pada kalangan investor pada umumnya, hal ini dikenal sebagai fluktuasi yang kontras. Jika bentangan depresinya pendek maka artinya volatilitasnya rendah, sedangkan jika bentangan depresinya tinggi artinya volatilitas tinggi.

Bagi trader yang melakukan trading saham, memahami konsep volatilitas adalah hal wajib untuk dikuasai. Memahami konsep volatility akan membantu dalam Anda memahami market lebih baik sehingga membantu dalam proses perumusan teknik trading yang tepat.

Dalam trading forex volatilitas merupakan hal penting yang sangat diperhatikan karena keuntungan yang didapatkan investor berasal dari pergerakan pasar.

Akan hal ini tentu saja juga diikuti dengan risiko yang tinggi karena fluktuasi pasar.

Biar anda semakin paham, mari kita bahas beberapa jenis volatilitas

Jenis-Jenis Volatilitas

Berikut beberapa jenis volatilitas yang perlu kamu pahami:

  1. Volatilitas Historis (Historical Volatility): Volatilitas historis merupakan jumlah volatilitas yang dimiliki oleh sebuah efek dalam setahun terakhir. Jenis ini melihat bagaimana variasi harga saham dalam satu tahun terakhir. Apabila suatu saham memiliki harga yang variatif dalam setahun terakhir berarti saham tersebut memiliki nilai volatilitas yang tinggi.
  2. Volatilitas Pasar (Market Volatility): Volatilitas pasar merupakan kecepatan perubahan harga di pasar manapun termasuk di dalamnya pasar saham, komoditas dan valuta asing. Peningkatan volatilitas pasar biasanya menandakan bahwa kondisi sedang berada di dasar atau puncak pasar sudah dekat. Saat menghadapi kondisi ini investor akan mengambil keputusan sesuai dengan strategi investasi yang mereka miliki.
  3. Volatilitas Tersirat (Implied Volatility): Jenis ini mengacu kepada pandangan trader terhadap volatilitas yang akan terjadi di masa mendatang. Hal ini mengacu tingkat permintaan dan penawaran dari sebuah saham yang digunakan untuk memprediksi naik turunnya sebuah saham di masa mendatang.
  4. Volatilitas Saham: Volatilitas saham menggunakan pengukuran yang disebut beta yang bisa menjelaskan kepada anda seberapa baik harga sebuah saham berkorelasi dengan Indeks Standard & Poor’s 500. Jika harga saham bergerak sempurna sejalan dengan indeks maka nilai beta-nya akan 1 dan apabila lebih dari 1 artinya saham memiliki nilai yang tidak stabil sehingga mudah berubah dan begitu juga sebaliknya. Angka ini bisa menjadi salah satu acuan bagi investor untuk memilih saham untuk investasi mereka.

Penyebab Terjadinya Volatilitas

Volatilitas terjadi karena beberapa hal, berikut beberapa hal yang dapat menyebabkan terjadinya volatilitas:

Industri dan Sektor Bisnis

Perubahan dan munculnya tren baru menimbulkan volatilitas terhadap industri dan sektor bisnis tertentu. Misalnya saja digitalisasi yang membuat banyak bisnis menjadi berkembang pesat tapi juga menyebabkan sebagian bisnis mengalami penurunan hingga bangkrut. Hal-hal seperti akan seringkali terjadi sehingga anda sebagai investor harus bisa mengambil langkah yang tepat dalam menghadapi perubahan tersebut.

Kondisi Ekonomi dan Politik

Kondisi ekonomi dan politik dalam suatu negara akan sangat berpengaruh terhadap volatilitas dari efek. Hal ini karena pemerintah merupakan pihak yang mengatur berbagai kebijakan politik dan ekonomi sehingga setiap kebijakan ekonomi dan politik yang diambil akan mempengaruhi volatilitas dari sebuah saham.

Saat negara memiliki kondisi ekonomi dan politik yang stabil, maka nilai sekuritas juga akan ikut stabil. Oleh sebab itu anda harus bisa melihat sejauh mana dampak dari fenomena ekonomi dan politik terhadap perubahan nilai instrumen investasi.

Performa Perusahaan

Volatilitas juga berkaitan dengan bagaimana performa perusahaan sehingga perubahan harga saham sangat berkaitan dengan kinerja perusahaan. Saat produk-produk yang ditawarkan inovatif dan laku di pasar maka harga akan naik karena banyak investor tertarik untuk membeli saham tersebut. Akan tetapi saat produk yang ditawarkan tidak sukses di pasar maka harga akan turun karena investor mulai ragu dengan kinerja perusahaan.

Market Volatility 2022

Situasi pandemi yang hangat pada tahun 2020 dulu membuktikan saham yang dikenal resistance atau tahan terhadap kondisi pasar ternyata juga bisa ikut goyang oleh situasi tidak terduga. Kini, di tahun 2022 dengan kondisi pandemi terbilang cukup redam, dihadirkan dengan kondisi baru yaitu tingkat suku bunga naik dari bank sentral Amerika, The Fed.

Baca juga: Apa itu The Fed, Bank Sentral Amerika Serikat

Lalu apa yang harus dilakukan investor di tengah volatilitas pasar 2022?

Executive Director JP Morgan Sekuritas, Henry Wibowo, mengungkapkan sektor sekuritas pilihannya di Pasar Modal Indonesia untuk tahun 2022 ditengah hantaman sentimen makro pada media CNBC Indonesia.

Pertama sektor komoditas seperti pertambanga batu bara dan kelapa sawit. Karena tren pergerakan harga komoditi ini diperkirakan masih sangat tinggi dalam 6 sampai 9 bulan ke depan. 

Selanjutnya sektor perbankan, terlihat dari kabar tingkat penyaluran kredit yang membaik hingga kisaran 6%. Hal ini didorong oleh situasi pandemi yang menurun dan kegiatan ekonomi yang menggeliat naik. Serta sektor perbankan adalah sektor yang akan diuntungkan oleh kenaikan suku bunga yang sedang terjadi sebagai dampak kebijakan The Fed.

Sektor new economy juga terlihat memiliki prospek yang baik seperti perusahaan internet, green economy atau renewable energy, serta sektor downstream yang berhubungan dengan nikel, baterai, dan electric vehicle (EV).

Walaupun volitilitas membuat kesan risiko tinggi pada sebuah sektor emiten, namun potensi profit yang diberikan juga tinggi. Karena volatilitas terjadi karena mencerminkan kondisi pasar yang terjadi saat itu juga.

Kesimpulan

Setelah paham apa itu volatilitas, maka sekarang tentu saja anda jadi semakin mengerti tentang bagaimana memilih saham terbaik untuk investasi anda.

Tapi anda harus tahu bahwa setiap investasi memiliki risiko sehingga anda harus terus waspada dengan berbagai risiko yang muncul saat anda berinvestasi.

Namun, apakah anda tahu bahwa anda sistem investasi equity crowdfunding yang sistemnya hampir sama dengan investasi saham, tapi memberikan anda kesempatan untuk berinvestasi ke dalam bisnis privat. Kalau belum…

Yuk Temukan Bisnis Terbaik untuk Investasi Jangka Panjang Kamu di LandX

Bagaimana? Kamu lebih suka bisnis dengan buyback guarantee atau yang bisa disimpan dalam jangka panjang? Apapun pilihan kamu.. Yuk Patungan  dengan Keuntungan Menjanjikan Bareng LandX

Supaya Gak Ketinggalan Berbagai Informasi Seputar Investasi Lainnya, Yuk Follow @landx.id di Instagram


Baca Juga:


Baca Juga